Monday, February 6, 2012

Sign Language / لغة الإشارة / Bahasa Isyarat

Assalamualaikum Wr. Wb.

Cues can be understanding to people who understand:
Basic studies: لكل شيئ علامة "For everything there is a sign / feature (which shows the clarity of something).

Big hint something to do with the appointment of the signs / characteristics for the arrival of what is expected and related to the science of human psychology as well as customary laws that can be used as a means of communication with people who understand, including:

A. Our Bodies cues (All members of the body could be a sign),
Example:
a. All matters and affairs well before the prayer, when prayer is the prayer or after the content of the language must be understood by the officers, and other distinguishing when praying in the presence of signs / characteristics.
Previously we perform ablutions, and then praying. When an opening prayer our bodies are exposed to the Ka'bah (Qiblah) do not turn toward disorder unless there is a physical defect (reasons) for example in prayer also turn shafnya war, then begins the opening prayer intentions humble heart language (khusu) and exposed (tawwajjuh) because Allah SWT with أن تعبد الله كأنك تراه فإن لم يكن تراه فإن الله يراك "hearts are sure: beribadahlah we see face to Allah as Allah SWT, if not, sure heart, Allah look at us", and oral reading speech Takbirotul ikhrom (الله أكبر) interpreted by the mind of Allah is Great, sign language associated raised both hands in the low ourselves and our respect for the majesty of Allah SWT, our eyes so as not to bow down to the place pandangkan mutawasul (connect) kesealain Allah SWT, as well as hearing other than listening to what the existing literature throughout the body, good heart language, speech and others, accompanied the language attitudes that can stand for sealain udzur shari'ah ', swiftly without having to stand rocking right and left, but a stand that tawajjuh (facing), closely related from the start on the hair / worn like kopiyah and others, until the bottom of your foot sehibas presented to Allah SWT.
And other cues. to perfection condition, it is obligatory, rukunnya, shahnya, Sunnah, away from the cancellation, executed by order, khusu, sincere greetings to the end. Insha Allah, we will scratch our pratingkah blog while praying session.

b. Raise your right hand from a distance with a fellow Muslim greeting signifying reading "السلام عليكم", and that we direct the recipient to say hello for وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته him back up his right hand.

c. When both hands or one head of hair worn section indicates a failure / error on what to do, verbally say "ouch", with its own hands move up the head, see a football player when entering a golden opportunity to take advantage of errors gool, but misses / fails, he immediately hands above his head.

d. Gestures and Body Examples Other (all other parts of our body).

2. People cue.
3. The object cues.
4. Plant cues.
5. Color cues.
6. Natural cues.
7. Animal cues.
8. Cue condition.
9. Shape cues.
9. Other cues.

Example when studying the Boy Scouts, call sign read, read street signs, police or other cues. The more we know the true self, the more it will be understood gesture.

Or sometimes with the usual greeting gesture language but need to be learning, understanding, and understanding exactly like learning alpha bet, or a specific language and slang words spoken language beyond that we do not know, for example police, oral hull and other foreign people.

Including sign language beyond a certain kowaid truth but to be used by the two parties understand each other. Remember when we used the year 1987 s / d 2004 in Garut time, we are active on 2M or ORARI Weskitolki RAFI. When we at Post 512 or Post the location of each area as usual greetings sillaturrahmi, but when asked a specific interlocutor, we say Nenk / Mas: "Up a hundred", but referred to "go down a hundred". The destination as well as the opposite or lack of other cues, provided the speaker pemahami our words, so that is not recorded or pursued other people. Salam if many members of RAFI / ORARI here, sorry just the experience alone.

Everything kembalai to understanding who we are!.

ويمكن فهم الاشارات يمكن للناس الذين يفهمون:
دراسات أساسية: لكل شيئ علامة "للحصول على كل ما هناك هو علامة / ميزة (مما يدل على وضوح من شيء).

شيئا كبيرا التلميح إلى علاقة مع تعيين من علامات / الخصائص لوصول ما هو متوقع والمتعلقة بعلم النفس البشرية، فضلا عن القوانين العرفية التي يمكن استخدامها كوسيلة من وسائل التواصل مع الناس الذين يفهمون، بما في ذلك:

أ. أجسامنا اشارات (جميع أعضاء الجسم يمكن أن تكون علامة)،
على سبيل المثال:
أ. ويجب أن يفهم كل المسائل والشؤون جيدا قبل الصلاة، وعندما الصلاة هي الصلاة أو بعد محتوى اللغة من قبل الضباط، وغيرها من التمييز في الصلاة في وجود علامات / الخصائص.

ب. رفع يدك اليمنى من مسافة بعيدة مع تحية زميل مسلم مما يدل على القراءة "السلام عليكم"، وأن نوجه المتلقي ليقول مرحبا لوعليكم السلام ورحمة الله يده وبركاته له احتياطي حق.

ج. عندما كلتا يديه أو رئيس واحد من قسم الشعر ترتديه يشير إلى فشل / خطأ على ما يجب القيام به، ويقول لفظيا "أوتش"، مع يديها الارتقاء في الرأس، ورؤية لاعب كرة القدم عندما يدخل فرصة ذهبية للاستفادة من جول أخطاء، ولكن يخطئ / فشل، وقال انه على الفور الأيدي فوق رأسه.

د. الإيماءات وأمثلة أخرى من الجسم (جميع أجزاء أخرى من الجسم).

2. الناس جديلة.
3. الكائن العظة.
4. مصنع الاشارات.
5. لون العظة.
6. الطبيعية العظة.
7. حيوان العظة.
8. جديلة حالة.
9. شكل العظة.
9. غيرها من الاشارات.

مثلا عند دراسة الكشافة، استدعاء توقيع قراءة، قراءة لافتات الشوارع، والشرطة أو غيرها من الاشارات. ونحن نعرف أكثر من الذات الحقيقية، فإن أكثر أن يكون مفهوما لفتة.

أو أحيانا مع اللغة لفتة تحية المعتاد، ولكن يجب أن يتم التعلم، والفهم، وفهم تماما مثل تعلم الرهان ألفا، أو بلغة معينة وعامية الكلمات المنطوقة لغة أبعد من ذلك أننا لا نعرف، للشرطة سبيل المثال، بدن عن طريق الفم والناس الأجنبية الأخرى.

بما في ذلك لغة الإشارة وراء الحقيقة


Isyarat bisa jadi pemahaman bagi orang yang memahami:
Kajian dasar: لكل شيئ علامة "Untuk segala sesuatu itu ada tanda/ciri (yang menunjukan kejelasan terhadap sesuatu tersebut).

Isyarat besar kaitannya dengan penunjukan sesuatu tanda/ciri untuk sampainya apa yang diharapkan dan besar kaitannya dengan ilmu psikologi serta hukum adat manusia yang bisa dijadikan alat komunikasi dengan orang yang memahaminya, diantaranya:

1. Isyarat Tubuh Kita (Seluruh anggota tubuh bisa jadi isyarat),
Contoh:
a. Segala hal dan urusan baik itu sebelum sholat, ketika sholat atau sesudah sholat adalah kandungan bahasa yang harus dipahami oleh pelaksananya, membedakan ketika sholat dan lainnya dengan adanya tanda/cirinya.
Sebelumnya kita berwudhu, lalu melaksanakan sholat. Ketika pembuka Sholat badan kita dihadapkan ke ka'bah (kiblat) jangan berpaling kelain arah kecuali ada ilat (alasan) misalnya dalam sholat perang itu juga giliran shafnya, lalu pembuka sholat diawali bahasa hati niat rendah hati (khusu) serta dihadapkan (tawwajjuh) karena Alloh SWT dengan أن تعبد الله كأنك تراه فإن لم يكن تراه فإن الله يراك "Dihati yakin: beribadahlah kita kepada Alloh seperti berhadapan melihat Alloh SWT, jika tidak bisa, yakin hati, Alloh melihat pada kita", dan bacaan lisan ucapan Takbirotul ikhrom (الله أكبر ) diartikan oleh pikiran Alloh Maha Besar, dikaitkan bahasa isyarat mengangkat kedua tangan tanda rendahnya diri kita dan hormat kita terhadap keagungan Alloh SWT, mata kita pandangkan ketempat sujud agar tidak mutawasul (menyambung) kesealain Alloh SWT, begitupun pendengaran selain mendengarkan bacaan apa yang ada di seluruh tubuh kita, baik bahasa hati, ucapan dan yang lainnya, dibarengi bahasa sikap berdiri buat yang mampu sealain udzur syari', sigap tanpa harus berdiri goyang kanan dan kiri, melainkan berdiri yang tawajjuh (menghadap), erat kaitan dari mulai atas ujung rambut/yang dikenakan seperti kopiyah dan lainnya, sampai bawah sehibas telapak kaki dihadapkan kepada Alloh SWT.
Dan Isyarat lainnya. untuk kesempurnaan syaratnya, wajibnya, rukunnya, shahnya, sunnahnya, menjauhi batalnya, dilaksanakan dengan tertib, khusu, ikhlas sampai akhir salam. Insya Alloh kita akan gores pratingkah kita selagi sholat dengan sesi blog.

b. Angkat tangan yang kanan dari kejauhan dengan sesama muslim menandakan bacaan salam " السلام عليكم " , lalu bagi kita penerima langsung mengucapkan jawab salam وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته sambil membalas angkat tangan kanan.

c. Ketika kedua atau satu telapak tangan dikenakan dibagian rambut kepala menandakan kegagalan/kesalahan terhadap apa yang dilakukan, lisan berucap "aduh", dengan sendirinya tangan bergerak keatas kepala, lihat pemain bola ketika kesalahan memanfaatkan peluang emas memasukan gool, tetapi melenceng/gagal, dia langsung tangan keatas kepala.

d. Dan Contoh Isyarat Tubuh Lainnya (seluruh anggota tubuh kita bagian lainnya).

2. Isyarat Orang.
3. Isyarat Benda.
4. Isyarat Tumbuhan.
5. Isyarat Warna.
6. Isyarat Alam.
7. Isyarat Hewan.
8. Isyarat Keadaan.
9. Isyarat Bentuk.
9. Isyarat lainnya.

Contoh ketika belajar Pramuka, isyarat baca di ajakan, tanda baca dijalan, isyarat kepolisian atau lainnya. Makin kita tahu diri sebenarnya, makin akan dipahami isyarat semuanya.

Atau kadang dengan isyarat menggunakan bahasa ucapan biasa tetapi perlu pembelajaran, pengertian dan pemahaman sebenarnya seperti belajar alfa bet, atau bahasa ucapan gaul tertentu serta bahasa lisan luar yang belum kita ketahui, umpamanya kepolisian, bahara lisan orang luar negeri dan lainnya.

Termasuk isyarat bahasa diluar kowaid kebenaran tetapi tertentu untuk digunakan oleh dua pihak yang saling memahami. Teringat waktu kita dulu tahun 1987 s/d 2004 waktu di Garut, kita aktif di 2M Weskitolki RAFI atau ORARI. Ketika kita di Post 512 atau Post lokasi daerah masing-masing seperti biasa salam sillaturrahmi, tetapi ketika mengajak teman bicara tertentu, Kita bilang Nenk/Mas: "Naik seratus", padahal yang dimaksud "turun seratus". Yang dituju kebalikan atau kekurangan serta isyarat lainnya, dengan syarat pembicara pemahami ucapan kita, supaya tidak direkam atau dikejar orang lain. Salam jika banyak anggota RAFI/ORARI ada disini, maafkan hanya pengalaman saja.

Segalanya kembali kepada pemahaman diri kita sebenarnya!.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Dunia Bagai Orang Asing / كن في الدنيا كأنك غريب

متن الحديث

عن ابن عمر رضي الله عنهما قال : أخذ رسول الله صلى الله عليه وسلم بمنكبيّ فقال : ( كن في الدنيا كأنك غريب ، أو عابر سبيل ) ، وكان ابن عمر رضي الله عنهما يقول : " إذا أمسيت فلا تنتظر الصباح ، وإذا أصبحت فلا تنتظر المساء ، وخذ من صحتك لمرضك ، ومن حياتك لموتك " رواه البخاري .



الشرح


عندما نتأمل في حقيقة هذه الدنيا ، نعلم أنها لم تكن يوما دار إقامة ، أو موطن استقرار ، ولئن كان ظاهرها يوحي بنضارتها وجمالها ، إلا أن حقيقتها فانية ، ونعيمها زائل ، كالزهرة النضرة التي لا تلبث أن تذبل ويذهب بريقها .



تلك هي الدنيا التي غرّت الناس ، وألهتهم عن آخرتهم ، فاتخذوها وطنا لهم ومحلا لإقامتهم ، لا تصفو فيها سعادة ، ولا تدوم فيها راحة ، ولا يزال الناس في غمرة الدنيا يركضون ، وخلف حطامها يلهثون ، حتى إذا جاء أمر الله انكشف لهم حقيقة زيفها ، وتبين لهم أنهم كانوا يركضون وراء وهم لا حقيقة له ، وصدق الله العظيم إذ يقول : { وما الحياة الدنيا إلا متاع الغرور } ( آل عمران : 185 ) .



وما كان النبي صلى الله عليه وسلم ليترك أصحابه دون أن يبيّن لهم ما ينبغي أن يكون عليه حال المسلم في الدنيا ، ودون أن يحذّرهم من الركون إليها ؛ فهو الرحمة المهداة ، والناصح الأمين ، فكان يتخوّلهم بالموعظة ، ويضرب لهم الأمثال ، ولذلك جاء هذا الحديث العظيم بيانا وحجة ووصية خالدة .



لقد أخذ النبي صلى الله عليه وسلم بمنكبيّ عبدالله بن عمر رضي الله عنهما ؛ ليسترعي بذلك انتباهه ، ويجمع إليه فكره ، ويشعره بأهمية ما سيقوله له ، فانسابت تلك الكلمات إلى روحه مباشرة : ( كن في الدنيا كأنك غريب أو عابر سبيل ) .



وانظر كيف شبّه النبي صلى الله عليه وسلم مُقام المؤمنين في الدنيا بحال الغريب ؛ فإنك لا تجد في الغريب ركونا إلى الأرض التي حل فيها أو أُنسا بأهلها ، ولكنه مستوحش من مقامه ، دائم القلق ، لم يشغل نفسه بدنيا الناس ، بل اكتفى منها بالشيء اليسير .



لقد بيّن الحديث غربة المؤمن في هذه الدنيا ، والتي تقتضي منه التمسّك بالدين ، ولزوم الاستقامة على منهج الله ، حتى وإن فسد الناس ، أو حادوا عن الطريق ؛ فصاحب الاستقامة له هدف يصبو إليه ، وسالك الطريق لا يوهنه عن مواصلة المسير تخاذل الناس ، أو إيثارهم للدعة والراحة ، وهذه هي حقيقة الغربة التي أشار إليها النبي صلى الله عليه وسلم في قوله : ( بدأ الإسلام غريبا وسيعود كما بدأ غريبا فطوبى للغرباء ) رواه مسلم .



وإذا كان المسلم سالكاً لطريق الاستقامة ، حرص على قلّة مخالطة من كان قليل الورع ، ضعيف الديانة ، فيسلم بذلك من مساويء الأخلاق الناشئة عن مجالسة بعض الناس كالحسد والغيبة ، وسوء الظن بالآخرين ، وغير ذلك مما جاء النهي عنه ، والتحذير منه .



ولا يُفهم مما سبق أن مخالطة الناس مذمومة بالجملة ، أو أن الأصل هو اعتزال الناس ومجانبتهم ؛ فإن هذا مخالف لأصول الشريعة التي دعت إلى مخالطة الناس وتوثيق العلاقات بينهم ، يقول الله تعالى : { يا أيها الناس إنا خلقناكم من ذكر وأنثى وجعلناكم شعوبا وقبائل لتعارفوا } ( الحجرات : 13 ) ، وقد جاء في الحديث الصحيح : ( المسلم إذا كان مخالطا الناس ويصبر على أذاهم خير من المسلم الذي لا يخالط الناس ولا يصبر على أذاهم ) رواه الترمذي ، ولنا في رسول الله أسوة حسنة حين كان يخالط الناس ولا يحتجب عنهم .



وإنما الضابط في هذه المسألة : أن يعتزل المرء مجالسة من يضرّه في دينه ، ويشغله عن آخرته ، بخلاف من كانت مجالسته ذكرا لله ، وتذكيرا بالآخرة ، وتوجيها إلى ما ينفع في الدنيا والآخرة .



ولنا عودة مع قول النبي صلى الله عليه وسلم : ( كأنك غريب ، أو عابر سبيل ) ، ففي هذه العبارة ترقٍّ بحال المؤمن من حال الغريب إلى حال عابر السبيل ، فعابر السبيل : لا يأخذ من الزاد سوى ما يكفيه مؤونة الرحلة ، ويعينه على مواصلة السفر ، لا يقر له قرار ، ولا يشغله شيء عن مواصلة السفر ، حتى يصل إلى أرضه ووطنه .



يقول الإمام داود الطائي رحمه الله : " إنما الليل والنهار مراحل ينزلها الناس مرحلة مرحلة، حتى ينتهي ذلك بهم إلى آخر سفرهم ، فإن استطعت أن تقدم في كل مرحلة زادا لما بين يديها فافعل ؛ فإن انقطاع السفر عما قريب ، والأمر أعجل من ذلك ، فتزود لسفرك ، واقض ما أنت قاض من أمرك " .



وهكذا يكون المؤمن ، مقبلا على ربه بالطاعات ، صارفا جهده ووقته وفكره في رضا الله سبحانه وتعالى ، لا تشغله دنياه عن آخرته ، قد وطّن نفسه على الرحيل ، فاتخذ الدنيا مطيّة إلى الآخرة ، وأعد العدّة للقاء ربه ، عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ( من كانت الآخرة همه ، جعل الله غناه في قلبه ، وجمع له شمله ، وأتته الدنيا وهي راغمة ) رواه الترمذي .



ذلك هو المعنى الذي أراد النبي صلى الله عليه وسلم أن يوصله إلى عبدالله بن عمر رضي الله عنهما ، فكان لهذا التوجيه النبوي أعظم الأثر في نفسه ، ويظهر ذلك جليا في سيرته رضي الله عنه ، فإنه ما كان ليطمئنّ إلى الدنيا أو يركن إليها ، بل إنه كان حريصا على اغتنام الأوقات ، كما نلمس ذلك في وصيّته الخالدة عندما قال رضي الله عنه : " إذا أمسيت فلا تنتظر الصباح ، وإذا أصبحت فلا تنتظر المساء ، وخذ من صحتك لمرضك ، ومن حياتك لموتك " .

Kajian Isi Hadits:
كن فى الدنيا كأنك غريب أو عابر السبيل
"Jadilah di dunia seperti orang asing atau pejalan kaki"
Matan Hadits:
عن ابن عمر رضي الله عنهما قال أخذ رسول الله صلى الله عليه وسلم بمنكبي فقال كن في الدنيا كأنك غريب أو عابر سبيل وكان ابن عمر رضي الله عنهما يقول إذا أمسيت فلا تنتظر الصباح وإذا أصبحت فلا تنتظر المساء وخذ من صحتك لمرضك ومن حياتك لموتك رواه البخاري
Dari Ibnu Umar, semoga Alloh meridoi keduanya (Ibnuhu dan umar), ia berkata: Rosululloh SAW berada disampingnya maka menyabdakan: Jadilah engkau (Umar) di dunia seperti orang asing atau pejalan kaki. Dan Ibnuumar, semoga Alloh meridoi keduanya (Ibnuhu dan umar), ia berkata: Jika waktu sore engkau, jangan melihat (jangan menyiakan hingga) waktu pagi, dan Jika waktu pagi engkau, jangan melihat (jangan menyiakan hingga) waktu sore, dan ambilah (hikmah/manfaat) dari (kebeadaan) sehatmu untuk (jelang waktu) sakitmu dan kesehatanmu untuk (selang waktu) mautmu. HR. Bukhori.

MENGKAJI ORANG ASING

ORANG ASING: Hidup sebagai penumpang berada dipihak pribumi segalanya.
1. Tidak Memiliki Apapun Selain Idzin Pemilik Negara yang Bersangkutan.
Contoh kita berada di Negara Onta tidak ada satupun namanya orang asing memiliki tetap saja pribumi.
2. Tidak Berkuasa Apapaun Selain Dikuasakan Pemilik Negara yang Bersangkutan.
Contoh; membuat perusahaan pertokoan kecilnya di Negara Onta, atas nama haknya tetap tidak memiliki.
3. Tidak Hak Apapaun Selain di beri hak Pemilik Negara yang Bersangkutan.
4. Kebijakan dan lain-lainnya tetap dibawah pribumi.

Keindahan dan pemahaman bisa tinggal baik di negara asing:
1. Memiliki Idzin Tinggal dari Pemilik Negara yang Bersangkutan Resmi.
Umpamanya kita buktikan ada passport, ada kartu penduduk disini, jelas siapa kafilnya dll. ini penunjangnya. Mungkinkah jika kita tinggal di Negara Orang tanpa surat-surat keharusan tenang tidak?..... semuanya akan berkata tidak tenang, tidak aman, tidak bahagia, banyak ketakutannya daripada keamanannya. Apakah semua yang tinggal di Negara Onta memiliki idzin tinggal?..... tentu tidak semuanya, ada yang memiliki ada yang tidak, ketenangan dimiliki bagi orang yang memiliki idzin tinggal resmi.

Sementara Idzin Alloh SWT di dunia berlaku untuk semua makhluk, silahkan mau apa terserah, mau Islam, mau Kafir, mau apa saja diperbolehkan terserah masing-masingnya!. Maha Agung Alloh SWT yang telah memberi kesempatan kepada kita semuanya memilih jalan dan menuju tujuan hidup masing-masing yang beda-beda adanya. Coba jika seperti umat-umat sebelumnya langsung diberi adzab dan habis segalanya, mungkin kita juga habis kayanya.

2. Ikut pelaturan yang berlaku di Negara Yang Bersangkutan.
Kita berada di Negara Onta dan berada di Negara Indonesia atau Negara Lainnya, pelaturan masing-masing Negara berbeda cukup jelas adanya. Ada yang menggunakan akal saja, ada yang menggunakan adat, dan ada yang menggunakan syarita yang berbeda. Buktinya orang ada yang mengikuti pelaturan dan banyak juga yang tidak, tetapi ini akan terasa ketenangan bagi yang ikut pelaturan yang berlaku di Negara bersangkutan, jika tidak, tetap yang rugi kita sendiri.

Sebagai mumin muslim: Umpama ini bagai kita tinggal di dunia mengikuti pelaturan Syara' (Al-Qur'an dan Al-Hadits/Hukum Asal ditambah Ijma dan Qiyas serta Hukum Akal yang tidak keluar dari syariat dan Adat yang tidak menentang syariat).

3. Memiliki tujuan keyakinan hati yang tepat, konsep yang intelektial (hasil pikiran baik menggunakan akal nadori pembeda dengan makhluk lainnya untuk konsep aturan) melahirkan etika bernilai, berusaha yang baik, benar dan sungguh-sungguh sesuai norma, serta berbudi pekerti dengan moral yang tinggi (akhlaqul hasanah) yang nyata dalam keseluruhan persambungan jiwa, diluar jiwa dan makhluk lainnya.
Nyatanya banyak yang tinggal di Luar Negeri yang dikatakan berhasil dalam menyambut rejeki, mulai kelas bawah sampai kelas atas, umpamanya: Jadi pembantu rumah tangga, sopir, penjaga rumah (haris), baby sister, teknisi, guru, join usaha, bisnis, pekerja lokal Staff/Home Staff KJRI, KBRI, termasuk paling atas Sebagai Pimpinanan KJRI atau KBRI (Dubes). Coba kebijakan jika ada masalah tetap yang memiliki Negera dimana berada yang berkuasa. Maaf jika tidak ada pekerjaan yang tidak tersebut, ini perumpamaan samanya kita berada di Negeri Orang, numpang semuanya juga.

Berusaha perubahan dan mengubah tergantung masing-masing dirinya, إن الله لا يغير ما بقوم حتى يغير ما بأنفسهم "Alloh tidak akan merubah nasib suatu kaum, kecuali kaumnya tersebut yang merubah apa yang ada padanya dengan diri sendirinya".

Jauh jauh berada di Negara Orang bila cuma untuk main dan hura-hura, apa faidahnya?... hikmahnya?... benar/tidak ya?.... udah di Indonesia aja sama jika untuk main dan bergaya. Walaupun pada nyatanya, tetap tergantung diri masing-masing dan pemahamannya.

Sebagai mu'min: Kita tidak memiliki segalanya melainkan sadar memanfaatkan keadaan, kesempatan dan yang lainnya untuk kemanfaatna kebaikan dalam hidup beribadah kepada Alloh SWT.وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون "Tidakkah aku (Alloh SWT) menciptakan jin dan manusia kecuali untuk ibadah semuanya kepadaku, menambah sadar : منه و له و فيه وإليه "Asala dari Alloh SWT, semuanya kemilik-Nya, berada di bumi milik oleh-Nya dan kembali kepada-Nya".

4. Adanya perhubungan yang baik antara kita orang asing dengan pribumi/pemilik dimana kita berada.
Ketika adanya hubungan, baik itu kerja sama saling menguntungkan. Umpamanya:
Kita punya modal, diam di negara onta, kerjasama dengan kafil membuat pertokoan yang menjual bahan/makanan khas Indonesia, terasa dinikmati indahnya berada diluar negeri. Contoh lain ketika baiknya hubungan antara pembantu rumah tangga atau siapapun pekerjaannya dengan majikan untuk batasan etika, norma serta moral dalam berkerja, gaji lancar, bicara baik, sopan, kita memahami antara hak masing-masing, baik sebagai pekerja ataupun kafil. insya Alloh terasa aman dan nyaman serta tenang.

Sebagai mu'min ketika adanya perhubungan dengan sesama manusia atau makhluk lainnya serta hubungan dengan Alloh SWT dalam kehidupan dunia tentu adanya konsep aturan yang kita pergunakan penjelasan bagian ke tiga (3) diatas.

5. Kesadaran kita terhadap diri pribadi menghadapi masalah/berbagai urusan.
Dimanapun adanya, dengan siapapun orangnya, apapun bentuknya, serta keadaan dan lainnya. dengan nyata kita buktikan adanya beberapa hal:
a. Pembelajaran,
b. Pengertian,
c. Pemahaman,
d. Keharusan, menjauhi larangan, contoh kebaikan dll.
d. Ujian,
e. Hambatan / Rintangan,
f. Godaan.
h. Kesesatan / penyelewengan pelaturan.
Makin kita memahami diri pribadi, akan membawa terbukanya berbagai urusan serta teguh dan siap menghadapi urusan/masalah.

Apapun, jati diri adalah segalanya, kita tidak mempertanggung jawabkan hak orang lain, melain hak kita kepada diri sendiri dan hak kita kepada orang lain.

Mohon maaf kepanjangan dan banyak salahnya, Semoga ada hikmah dan manfaatnya.




Kapal modern

Ibnu Umar berkata: Rasulullah saw Bmenkba ia berkata: (Jadilah di dunia seperti aneh, atau musafir a), adalah anak dari Omar biasa mengatakan: "Jika malam hari dan jangan menunggu pagi hari, jangan berharap sore hari , dan mengambil kesehatan Anda untuk penyakit Anda, dan kehidupan Anda untuk kematian Anda, "Bukhari.



Penjelasan


Ketika kita merenungkan kenyataan bahwa di dunia ini, kita tahu mereka bukan rumah sehari, atau stabilitas rumah, dan sementara itu tampaknya menunjukkan Bndhartha dan kecantikan, tetapi kenyataannya adalah sementara, dan kesenangan sekilas, Kalzahrp segar yang tidak segera layu dan pergi berkilau.



Itulah orang Besar minimum, dan dewa untuk akhirat, Vatakdhuha rumah mereka dan toko untuk mereka menginap, tidak dijelaskan oleh HE, tidak berlangsung sisanya, orang masih di tengah-tengah dunia ini berjalan, dan di belakang reruntuhan terengah-engah, bahkan jika perintah datang dari Tuhan mengungkapkan kepada mereka fakta palsu, dan menunjukkan mereka bahwa mereka berjalan di belakang dan mereka tidak benar-benar dia, Dan Allah SWT mengatakan: {The kesenangan hidup ini, tetapi kesombongan} (Al-Imran: 185).



Apa yang perdamaian Nabi saw, meninggalkan teman-temannya, tanpa menunjukkan kepada mereka apa yang seharusnya menjadi kasus seorang Muslim di dunia ini, dan tanpa memperingatkan mereka diandalkan, adalah rahmat disumbangkan, dan mentor dari Sekretaris, adalah Atjulhm Bmoazp, dan hits mereka dengan perumpamaan, sehingga datang Agung yang modern pernyataan dan argumen dan bukti abadi.



Ia mengambil perdamaian Nabi saw Bmenkba Abdullah bin Umar, semoga Allah meridhai mereka, untuk membawa ini untuk perhatiannya, dan menggabungkan ide, dan membuat dia merasakan pentingnya apa yang akan mengatakan kepadanya, Vansabt kata-kata itu ke dalam jiwanya langsung: (Jadilah di dunia seperti orang asing atau cara transien).



Dan melihat bagaimana dekat perdamaian Nabi saw melayani umat beriman di dunia ini dengan cara apapun yang aneh, Anda tidak menemukan dalam Rcna aneh untuk tanah dimana solusi mana atau ANSA orang, tetapi Mistohac tempat, perhatian permanen, tidak menempati orang fisik yang sama, tetapi hanya dari sesuatu yang mudah.



Kami memiliki antara orang percaya Aneh modern di dunia ini, yang mengharuskan dia untuk tetap pada agama, dan kebutuhan untuk mengikuti metode Allah, bahkan jika mereka mengacaukan orang, atau berangkat dari jalan; pemilik kejujuran aspirasi tujuannya, dan jalan Salik adalah Johnh dari terus kelemahan barisan orang, atau Aithaarham ketenangan dan kenyamanan, ini adalah realitas keterasingan disebut dengan damai Nabi saw mengatakan: (Islam dimulai sebagai sesuatu yang aneh dan akan kembali karena mulai orang asing jadi kabar gembira untuk orang-orang asing) HR. Muslim.



Jika Islam adalah dilalui dengan jalan kejujuran, yang tertarik pada kurangnya kontak dari iman saleh sedikit, lemah, menyapa sehingga dari perbuatan-perbuatan etika yang timbul dari duduk beberapa orang Kal_husd, fitnah, dan ketidakpercayaan orang lain, dan sebagainya, yang dilarang, memperingatkan dia.



Dia tidak memahami atas bahwa kontak dengan orang-orang tercela dalam jumlah besar, atau bahwa aset tersebut orang-orang pensiunan dan Mjanepthm;, ini penyalahgunaan aset hukum yang disebut untuk bergaul dengan orang-orang dan hubungan yang lebih erat di antara mereka, Tuhan berkata: {Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari Anda pria dan wanita dan dibuat menjadi bangsa dan suku begitu! (kabin: 13), telah disebutkan dalam hadits shahih: (seorang Muslim jika Mkhalta orang dan berdiri untuk gangguan ini lebih baik dari seorang Muslim yang tidak bercampur dengan orang dan tidak berdiri untuk jengkel) HR. At-Tirmidzi, dan kita miliki dalam Rasulullah contoh yang baik ketika ia bercampur dengan orang dan Ihtgb mereka.



Tapi petugas dalam hal ini: melepaskan satu yang duduk dalam hal agama, dan mengalihkan perhatiannya dari nya akhirat, selain yang dia duduk dengan Allah laki-laki, dan pengingat akhirat, dan bimbingan untuk apa yang berhasil di dunia dan akhirat.



Kami kembali dengan kata-kata perdamaian Nabi saw (seperti jika Anda orang asing, atau musafir a), di mana frase tinggal dalam orang percaya tidak jika aneh lain pejalan kaki, Fibr cara: tidak mengambil dari asupan hanya perjalanan cukup ransum, dan ditunjuk untuk terus melakukan perjalanan , tidak gelisah, tidak ditempati oleh apa pun dari terus bepergian, bahkan hingga tanah dan negaranya.



Rahmat Imam Dawud al-Tai Allah, "tetapi malam dan siang tahap ditimbulkan tahap orang demi tahap, sampai akhir mereka untuk perjalanan terakhir, jika Anda dapat membuat pada setiap tahap meningkat menjadi antara tangannya, maka lakukanlah; gangguan perjalanan dalam waktu dekat, dan lebih mendesak dari itu, Wiczod perjalanan, dan menghabiskan apa yang Anda menilai dari pesanan Anda. "



Jadi, itu diasuransikan, datang ke tindakan Tuhan ibadah, Sarva usaha, waktu dan ide persetujuan dari Allah swt, tidak ditempati oleh akhirat duniawi, mungkin tanah air sendiri untuk pergi, mengambil naik minimum untuk akhirat, dan kembali dilengkapi untuk memenuhi Tuhannya, dari Anas bin Malik, ra dengan dia mengatakan : Rasulullah saw: (dari perhatian utamanya adalah akhirat, Allah menjadikan kekayaannya dalam hatinya, dan bersatu kembali dengan koleksinya, ia memiliki dunia ketika mereka Ragma) HR. Tirmidzi.



Itu adalah arti bahwa ia ingin perdamaian Nabi saw memberinya tumpangan ke Abdullah bin Umar, semoga Allah meridhai mereka, adalah untuk bimbingan ini Nabi dampak terbesar dalam dirinya sendiri, dan jelas menunjukkan itu dalam biografinya ra dengan dia, itu tidak akan meyakinkan untuk minimum atau diparkir, tapi itu sangat ingin mengambil keuntungan dari kali, seperti yang kita lihat dalam surat wasiatnya saat ia mengatakan Abadi ra dengan dia: ". Jika tidak ada menunggu pagi dan sore, dan tidak mengharapkan malam hari, dan mengambil kesehatan Anda untuk penyakit Anda, dan kehidupan Anda untuk kematianmu"

Wednesday, February 1, 2012

Learning Science / تعلم العلوم / Belajar Ilmu

Asssalamualaikum Wr. Wb.

When we view the world, then everything will be because the world and will not until the view to the afterlife. And if we look at the hereafter alone, would be to forget about the world even though he was in the world. Be always the best for the world and the hereafter, because we will experience it, and see the pattern that was previously left us. Be thankful we're still given the opportunity to do good.

Word of Allah Almighty:
ولا تنسى نصيبك من الدنيا وأحسن كما أحسن الله إليك إلخ
"Do not you forget your share of the world the existence of life, and do good, as Allah has given thee good, and advanced Verses".

Hadith the Prophet Muhammad:
من اراد الدنيا فعليه بالعلم ومن أراد الأخرة فعليه بالعلم ومن أراد هما فعليه بالعلم
"Who is it who wants (happiness and other) world, then it is obligatory upon it with science, and anyone who wants (happiness and others) the Hereafter, then it is obligatory upon it with science, and if you want both (the world and the hereafter), then it is obligatory upon the science ".

Another study of science:
1. Only Almighty Allah Alim Everything.
2. Necessity of seeking knowledge from our birth to death,
3. Obligatory to take lessons and wisdom from whatever happens or does not occur and other possibilities.
4. Do not occasionally insult anyone (because, for and other related knowledge as well as others).
5. Deliberation required for a special kindness and other knowledge.
6. متصرف العلم (junction sequence of science);
Discover, Learn, understand, learn, practice and understanding in:
a. Soul / self, inner and outer, inner and outer, Ajam, intention, thought, hayal, said, see, hear, taste, despair, step, movement, silence, attitudes, acts, and other do.
b. Outside soul / self; born of character, ethics, norms and morals as well as others, do good in this world to reap in the Hereafter.
c. Whatever the possibilities with the knowledge Allah will show the good, if not the review test, trials, obstacles and misdirection.
7. Always we tried and pray in everything, with taqwa prove actual belief.
8. And others.

عندما ننظر إلى العالم ، وبعد ذلك سوف يكون كل شيء لأن العالم ، وسوف لا ، حتى ترى في الآخرة وإذا نظرنا إلى الآخرة وحدها ، سيكون على نسيان العالم حتى ولو كان في العالم. يكون دائما أفضل بالنسبة للعالم والآخرة ، لأننا سوف تشهد عليه ، ورؤية النمط الذي لم يبق لنا سابقا. نكون شاكرين كنت لا تزال تعطى لنا الفرصة لفعل الخير.

كلمة الله سبحانه وتعالى :
ولا تنسى نصيبك من الدنيا وأحسن كما أحسن الله إليك إلخ
"لا تنسى نصيبك من العالم وجود الحياة ، وفعل الخير ، والله قد أعطى لك جيدة ، والآيات المتقدمة".

الحديث عن النبي محمد :
من اراد الدنيا فعليه بالعلم ومن أراد الأخرة فعليه بالعلم ومن أراد هما فعليه بالعلم
"من هو الذي يريد (السعادة وغيرها) العالم ، فالواجب عليه مع العلم ، ولمن يريد (السعادة وغيرها) والآخرة ، فالواجب عليه مع العلم ، وإذا كنت تريد على حد سواء (في الدنيا والآخرة) ، فالواجب على العلم ".

دراسة أخرى للعلم :
1. فقط الله سبحانه وتعالى كل شيء عليم.
2. ضرورة طلب العلم من مولدنا حتى الموت ،
3. وجوب أخذ الدروس والحكمة من كل ما يحدث أو لا يحدث ، واحتمالات أخرى.
4. لا إهانة أي شخص في بعض الأحيان (لأنه ، على والمعارف الأخرى ذات الصلة ، فضلا عن غيرها).
5. المداولات اللازمة للطف خاص والمعارف الأخرى.
6. متصرف العلم (تسلسل تقاطع العلم) ؛
اكتشاف ، تعلم والفهم والتعلم والممارسة والفهم في كل من :
أ الروح / الذات ، الداخلي والخارجي ، الداخلي والخارجي ، وعجم ، والنية ، والفكر ، هايال ، وقال ، نرى ، نسمع ، والذوق ، واليأس ، خطوة ، والحركة ، والصمت والمواقف والأفعال ، وقيام أخرى.
ب. خارج الروح / الذات ؛ ولدت من حرف ، والأخلاق والأعراف والأخلاق فضلا عن آخرين ، فعل الخير في هذا العالم لجني في الآخرة.
(ج) ومهما كانت الاحتمالات مع الله معرفة جيدة تظهر ، إن لم يكن اختبار مراجعة ، والمحاكمات ، والعقبات والتوجيه الخاطئ.
7. حاول دائما نحن والصلاة في كل شيء ، مع إثبات المعتقد التقوى الفعلية.
8. وغيرهم.

Bila yang kita pandang dunia saja, maka segalanya akan karena dunia dan tidak akan sampai pandangan ke akhirat. Dan jika kita memandang akhirat saja, tentu akan melupakan tentang dunia sekalipun ia berada didunia. Berbuatlah yang terbaik untuk dunia dan akhirat, karena kita akan mengalaminya, dan lihatlah contoh yang telah dahulu meninggalkan kita. Bersyukurlah kita masih diberi kesempatan untuk berbuat kebaikan.

Firman Alloh SWT:
ولا تنسى نصيبك من الدنيا وأحسن كما أحسن الله إليك إلخ
"Janganlah Kau lupakan bagianmu keberadaan kehidupan dunia, dan berbuatlah yang baik, seperti telah Alloh telah memberi kebaikan kepadamu, dan lanjutan Ayat".

Hadits Rasulullah SAW:
من اراد الدنيا فعليه بالعلم ومن أراد الأخرة فعليه بالعلم ومن أراد هما فعليه بالعلم
"Siapa orangnya yang ingin (kebahagiaan dan lainnya) dunia, maka wajib atasnya dengan ilmu, dan barang siapa ingin (kebahagiaan dan lainnya) akhirat, maka wajib atasnya dengan ilmu, dan jika ingin keduanya (dunia dan akhirat), maka wajib atasnya dengan ilmu".

Kajian lain tentang ilmu:
1. Hanya Alloh yang Maha Alim Segalanya.
2. Wajibnya kita mencari ilmu dari kita lahir sampai mati,
3. Wajibnya mengambil pelajaran dan hikmah dari apapun yang terjadi atau tidak terjadi dan kemungkinan lainnya.
4. Jangan sesekali menghina siapapun (karena, sebab dan lainnya yang menyangkut pengetahuan serta lainnya).
5. Diharuskan musyawarah untuk kebaikan khusus pengetahuan dan lainnya.
6. متصرف العلم (persambungan rangkaian keilmuan);
Mencari, Mempelajari, mengerti, mengetahui, mengamalkan dan memahaminya dalam:
a. Jiwa/diri, lahir dan batin, luar dan dalam, ajam, niat, pikir, hayal, ucap, lihat, dengar, rasa, asa, langkah, gerak, diam, sikap, tindak, berbuat dan lainnya.
b. Diluar Jiwa/diri; terlahir adanya budi pekerti, etika, norma dan moral serta lainnya, berbuat kebaikan di alam dunia ini untuk menuai kelak di akhirat.
c. Apapun kemungkinan dengan ilmu Alloh akan menunjukan kebaikan, bila tidak kaji ujian, cobaan, rintangan dan penyesatan.
7. Selalu kita berusaha dan berdoa dalam segalanya, dengan keyakinan buktikan taqwa senyatanya.
8. Dan yang lainnya.

Wasssalamualaikum Wr. Wb.